Sabtu, 27 April 2013


Melihat setangkai mawar diseberang sana, bingung. Mawar itu blm menjadi bagian dari hati yang telah memiliki mawar lain ini. Bukannya tak mengizinkan mawar itu memasuki kehidupan saya, hanya saja waktunya blm tepat. Tak mau ada yang berdarah didalam dada saya coba memasang senyum untuk kedua mawar yg menghias dipelupuk mata. Satu mawar indah merona namun sulit untuk saya genggam, satu mawar lagi elok bercahaya dengan harum kesetiaan yang selalu melekat didalam jiwa. Tak ingin ku merusak mawar melekat ini, tiap saat saya selalu mengindahkannya, tapi entah mengapa semuanya seperti abu-abu dan terus menghilang. Namun tak saya putuskan untuk melepaskannya keluar dari kehidupan saya hingga muncul mawar indah merona. Semua ini tentang cinta, tentang bagai mana saya memilih, menahan keabu-abuan dan akan terus begini atau melepaskan dan menerima kehadiran mawar baru dikehidupan saya?


Amri Rizki Mauludin.
saya dan dua mawar.