web stats

Selasa, 28 Mei 2013

Ciri Ciri Hardisk Rusak wajib kita ketahui agar kita tetap waspada untuk selalu membackup file-file penting yang ada di dalam hardisk komputer atau laptop kita. Banyak sekali orang yang belum mengetahui gejala atau ciri-ciri hardisk laptop/komputer yang rusak. Untuk itu har ini ie usa akan memberikan sedikit informasi mengenai ciri-ciri hardisk yang rusak sehingga sobat dapat segera memberikan pertolangan pertama sebelum data teman-teman yang ada didalamnya akan hilang.
Kerusakan HDD tidak melulu diartikan kerusakan pada fisik hardisk saja, namun juga bisa terjadi Karena Software : Penyebab kerusakan disini bukan disebabkan oleh kerusakan fisik, bisa saja karena suatu sistem yang error, misalnya : Bad Sector, bad shadow, bad cluster, dll. sedangkan kerusakan fisik itu biasanya terjadi pada kabel yang sudah jelek, ada bagian yang terbakar dlsb.
dan berikut ini adalah ciri-ciri kerusakan hardisk yang dapat sobat indikasi dari beberapa faktor di bawah ini:
  • Loading HDD sangat lambat  meskipun LED blinking menandakan ada aktifitas pembacaan, tapi blinking berulang-ulang, tanda ada bad sector.  indikasi ini juga biasanya terlihat saat setup OS baru beberapa tahap sudah tidak terdeteksi sampai  munculnya blue screen.
  • Komputer menjadi lambat, layaknya terkena virus. Komputer sangat lambat ketika mengeksekusi suatu perinah dari user. Berdasar pengalaman saya, banyak orang yang mengira hal ini disebabkan oleh virus, namun ketika OS di instal ulang. ternyata hasilnya sama saja! maka dapat dipastikan bahwa ada yang error dengan hardware komputer sobat, dan kemungkinan besar ada pada hardiks jika terjadi kondisi sepeti ini.
  • Munculnya suara-suara aneh dari hardisk. Ketika anda menyadari sesuatu yang aneh dengan komputer anda, tidak ada salahnya untuk mencoba mendengarkan aktifitas yang terjadi di CPU sobat! kerusakan pada hardisk biasanya mengeluarkan suara-suara aneh. saya sendiri tidak bisa menggambarkan suara aneh itu, namun biasanya terdengar seperti berderit, atau bersiut.
  • Banyaknya file yang korup di dalam hardisk anda bisa jadi indikasi bahwa ada kejanggalan dihardiks sobat! maksud dari korupnya file ini bukan korup dari awalnya! namun sebelumnya file itu baik-baik saja! namun ketika terjadi ke err0\oran dalam hardisk file normal pun bisa korup.
  • Salah satu hal yang menjadi pertanda nyata dari kerusakan harddisk adalah bad sector. Jika di dalam harddisk Anda terdapat banyak bad sector, maka Anda harus segera menyelamatkan data Anda sebelum semuanya rusak. Anda dapat melakukan sendiri pengecekan terhadap bad sector ini melalui aplikasi bawaan yang ada di Windows. Pada Windows 7, buka Start > Computer kemudian klik kanan pada hard disk atau partisi yang ingin Anda periksa. Setelah itu pilih Properties dan masuk ke tab Tools kemudian pilih Check now. Pada window Checking Disk, centanglah opsi Automatically fix file system errors
Mungkin beberapa hal diatas yang dapat saya berikan kepada anda mengenai ciri-ciri hardisk yang rusak! namun jika anda ingin cara yang lebiih mudah untuk mengecek kerusakan pada hardware anda anda dapat menggunakan beberapa aplikasi yang dapat sobat gunakan untuk mengecek ke erroran pada hardware komputer sobat.

Terdapat beberapa aplikasi yang dapat memprediksi kapan harddisk Anda akan rusak. Aplikasi tersebut bekerja dengan membaca data S.M.A.R.T. (Self-Monitoring, Analysis and Reporting Technology) yang dicatat oleh sistem operasi. Akan tetapi seperti beberapa halnya beberapa metode yang lain, metode SMART ini juga tidak selalu dapat meprediksi kerusakan harddisk dengan sempurna. Pasalnya, terkadang harddisk sudah terlebih dahulu rusak sebelum aplikasi SMART ini memberitahu atau memperingatkan Anda.

CARA MENGATASI KOMPUTER YANG SERING RESTART SENDIRI


Bagaimana rasanya jika lagi sibuk-sibuknya komputer restart sendiri? Pasti sebel. Kali ini saya akan share penyebab komputer sering restart sendiri dan cara mengatasinya.
Nah untuk penyebabnya sendiri, ada beberapa macam, diantaranya:
1. Prosesor terlalu panas (overheat)
2. Kurang daya pada power supply
3. Harddisk bad sector
4. RAM rusak

Sedang untuk mengatasinya, sobat bisa lakukan beberapa hal berikut ini:

1. Prosesor Terlalu Panas (Overheat)
Penyebab komputer sering restart yang paling umum terjadi adalah karena prosesor terlalu panas. Anda bisa dengan mudah melihatnya pada menu Hardware Monitor di dalam sistem BIOS.
Cara mengatasinya :
  • Pastikan kipas prosesor berjalan dengan baik.
  • Periksa apakah thermal paste (pasta pada prosesor) kering. Bersihkan kemudian tambahkan thermal paste yang baru.
  • Bersihkan unit heatsink atau pendingin pada prosesor dari debu
  • Pastikan kipas lainnya pada casing berfungsi dengan baik dan sirkulasi udara berjalan dengan lancar.
2. Kurangnya Daya Pada Power Supply
Kekurangan pasokan daya dari power supply juga dapat menyebabkan komputer sering restart. Prosesor yang tidak mendapat daya yang cukup akan menyebabkan restart komputer.
Cara mengatasinya :
  • Ganti dengan power supply yang terbukti bekerja baik pada komputer lain.
  • Jika memang bisa berjalan normal maka gantilah dengan power supply baru.
3. Harddisk Bad Sector
Kerusakan pada harddisk juga sering menjadi penyebab komputer sering restart karena terjadinya kegagalan pembacaan data pada harddisk.
Cara mengatasinya :
  • Lakukan scanning atau check disk dan perbaiki jika ada kerusakan seperti bad sector.
  • Usahakan untuk melakukan defragment pada harddisk untuk merapikan susunan file dan mencegah harddisk cepat rusak.
4. RAM Rusak
Kerusakan pada RAM juga sering menjadi penyebab komputer restart. Kegagalan penyimpanan atau pembacaan memory pada RAM akan menyebabkan komputer restart sendiri.
Cara mengatasinya :
  • Pasang RAM yang terbukti berfungsi dengan baik pada komputer.
  • Jika bisa berjalan normal maka langkah yang harus dilakukan adalah menggantinya dengan yang baru. semoga bermanfaat..

Selasa, 21 Mei 2013



MACAM-MACAM HARD DISK DAN KELEBIHANNYA
Harddisk merupakan media penyimpanan data yang utama di komputer . Oleh karna itu kita harus pandai – pandai dalam memilih harddisk . Dengan banyaknya harddisk yang beredar di pasaran dan bahkan banyak juga yang harganya jauh di bawah standard membuat banyak pembeli yang salah memilih harddisk .
Untuk itu , kali ini akan kita bahas tentang harddisk , macam – macamnya ,kekurangan dan kelebihannya . Berikut selengkapnya :
1.SEAGATE
Kelebihan :
  • Untuk produk internasional garansi sampai 5 tahun , sedangkan produk lokal garansi sampai 3 tahun .
  • Awet ketika digunakan selama 24 jam ( menurut para pengguna ).
  • Harga relatif lebih murah.
  • 2 tipe : ATA / SATA
  • Transfer data hingga 5400-7200 RPM.

Kekurangan :
  • Cepat panas .
  • Harga tergantung dari kurs dollar.

2.Western Digital (WD)
Kelebihan :
  • Harga relatif lebih murah.
  • Garansi hingga 1 tahun.
  • RPMnya hampir sama dengan produk SEAGATE.
  • Cepat panas
  • Tidak menimbulkan suara yang berisik .

Kekurangan :
  • Jika digunakan terus menerus selama 24 jam , HD ini mungkin belum cukup optimal . Jika terus di paksakan maka kecepatannya akan semakin turun dan akan terus menurun .

3.MAXTOR
Kelebihan :
  • Untuk produk internasional garansi sampai 3 tahun , sedangkan produk lokal garansi sampai 2 tahun
  • Lebih murah dari HD SEAGATE
  • RPMnya hampir sama dengan produk SEAGATE
  • Desain yang menarik .
Kekurangan :
  • Mudah / sering terkenabad sector.
  • Cepat Panas
4.HITACHI Deskstar
KelebiHan :
  • Garansi sekitar 2 tahun nan
  • Harga lebih murah dibandingkan produk diatas .
  • Masih bertahan dengan kemampuan awalnya hingga 24 jam.
  • RPM hampir sama dengan yang lainnya .
  • Tidak cepat panas
Kekurangan :
  • jika untuk hal Encode / Decode video kurang cocok

5.SAMSUNG
Kelebihan :
  • Desain menarik
  • Transfer data hingga 5400-7200 RPM
  • Harga cukup murah
  • Lebih hemat power hingga 50 % .
  • Tidak Berisik 

langkah-langkah menghapus virus secara manual :1. Untuk dapat menghapus file virus, matikan dulu prosesnya (lihat keterangan diatas).2. Jalankan regedit, masuk ke registry pemicu program yaitu Run, RunOnce, RunOnceEx (lihat keterangan diatas). Hapus key dan value program virus. Restart.3. Munculkan Run, Search/Find, folder option.4. Cari file virus dengan menggunakan Find/Search *.exe dan pada size isi dengan ukuran file virus sedikit diatasnya dalam ukuran Kb untuk mempercepat proses pencarian.5. Untuk mempermudah, munculkan folder hidden, file hidden dan extension file dengan menggunakan folder option di windows explorer, tool, folder option, View. Klik Show hidden file and folder, klik Hide extensions for known file type, klik Hide protected operating system file.6. Hapus file virus. File virus biasanya mempunyai ukuran file yang sama dan tanggal pembuatan yang sama.
jika belum berhasil juga, coba cara ini :
- Update antivirus anda secara rutin.
Cara tergampang melawan virus adalah menginstal program antivirus dengan update database virus terbaru. Kemudian lakukan scan terhadap komputer anda. Dan 1 hal yang harus anda ingat adalah perkembangan virus lebih cepat 1 langkah dari perkembangan antivirus. Oleh karena itu sering-seringlah anda untuk selalu mengupdate antivirus yang anda gunakan untuk mencegah adanya virus-virus baru yang belum dikenal oleh antivirus.

- Memakai MsConfig
MsConfig ini digunakan untuk memeriksa sistem komputer terutama pada tab start-up karena tab ini akan memuat info tentang program apa saja yang dijalankan saat booting awal dilakukan. Jika kita menemui nama program baru atau aneh, itu wajib anda waspadai. Jika yakin itu virus, hilangkan tanda chek list pada program yang dicurigai, kemudian restart komputer anda. Baru kemudian hapus file-file virus dengan cara biasa.
(Cara menjalankan program MsConfig yaitu klik Start, Run, pada kotak ketikan MsConfig dan tekan enter).

- Memakai regedit
Cara menjalankan program regedit yaitu klik Start, Run, pada kotak ketikan regedit dan tekan enter. Dengan regedit, anda sebenarnya bisa mencegah atau memutus proses virus. Karena virus umumnya memanfaatkan jasa registry dalam menjalan programnya. Bagian yang wajib diperiksa adalah :
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Run
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ RunOnce
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ RunOnceEx
HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Run

Jika pada registri tersebut terdapat program yang anda curigai virus, hapuslah.
- Memakai program pemeriksa prosesApabila dengan MsConfig anda gagal dalam melakukan penelitian dan pengambilan keputusan, pergunakan Task Manager dengan cara tekan tombol Control + Alt + Del secara bersamaan. Perhatikan proses yang berjalan di tab Process. Matikan proses virus dengan cara klik proses yang dicurigai kemudian klik end process. Pada tab applications pilih program virus yang sedang aktif, matikan prosesnya dengan cara klik end task. Anda juga dapat menggunakan program lain seperti showkillproses, proses explorer, dll.
- Memunculkan Folder option yang hilangJalankan regedit. Hapus key pada registry atau ganti nilainya menjadi 0
“HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\ NoFolderOptions”
- Memunculkan Find/Search dan Run yang hilangJalankan regedit.
“HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\ Start_ShowSearch”
Ganti nilainya menjadi 1
“HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\ Start_ShowRun”
Ganti nilainya menjadi 1
CreateIntegerKey “HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Policies\Explorer\ NoFind”
Ganti nilainya menjadi 0
CreateIntegerKey “HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Policies\Explorer\ NoRun”,
Ganti nilainya menjadi 0
- Bersihkan system restore tiap drive (C/D)Caranya :
Klikkanan drive > propertis > disk cleanup > more option > clean up pada system restore
- Pulihkan registryPulihkan registry yang telah diotak-atik oleh virus. Jika tidak, maka virus dapat menginfeksi komputer Anda lagi. Gunakan Hijack This, Registry Cleaner, atau The Killer Machine. Hapus juga entry Scheduled Task yang dibuat oleh virus jika ada.
- Munculkan file-file yang disembunyikan virusVirus pada umumnya tidak begitu kejam dengan menghapus dokumen-dokumen anda. Biasanya file-file tersebut hanya disembunyikan. Gunakan perintah attrib -s -h pada Command Prompt untuk memunculkannya kembali.
- Hati-hatilah saat melakukan transfer data baik melalui disket, USB Flash Disk, maupun dari jaringanTunjukkan file hidden dan ekstensi file pada Windows Explorer. Selain itu, jangan mudah tergoda oleh file-file dengan nama yang aneh.

ini beberapa cara untuk mengatasi virus tersebut :
Jika virus yang sudah didiamkan saja lama-lama akan menjadi sangat ganas. Bahkan bisa jadi tak dapat ditangani oleh antivirus yang anda gunakan. Hal itu memang  sudah terbiasa terjadi dan dianggap wajar, sebenarnya hal itu terjadi pada komputer anda karena anda malas untuk membersihkan komputer anda.
Ada tips yang sangat ampuh untuk menghapus/membersihkan virus, jika berbagai Anti Virus yang anda gunakan sama sekali tidak berdaya melawannya. Berikut tipsnya untuk mengatasi masalah diatas :
- Cari lokasi virus, terutama asal virus ini berjalan di komputer (induknya). Jika mengalami kesulitan, bisa dibaca artikel tentang Tips mendeteksi keberadaan Virus- Setelah diperoleh, diperhatikan (catat) keterangan seperti ukuran file, tanggalnya (walaupun virus bisa berubah-ubah ukuran dan tanggalnya, tetapi sebagian ukuran dan tanggalnya selalu sama. Bisa dicari file yang sejenis dan dicatat lokasinya.
- Setelah didapat, gunakan salah satu Bootable CD dan restart komputer agar booting dari CD (Anda mungkin perlu menyetting BIOS-nya dulu agar Boot pertama kali CD/DVD-ROM).
- Buka program file manager, yang tersedia. Jika windowsnya NT, XP atau diatasnya, pastikan program tersebut mendukung membaca format NTFS
- Cari file virus dan hapus atau jika masih ragu, direname saja dari *.exe menjadi *.vrs (misalnya). Untuk menyakinkan, gunakan fasilitas search untuk mencari file dengan ukuran yang sama atau tanggal yang hampir sama. Jika ditemukan bisa direname
- Kembali restart komputer dan cek lagi

Selasa, 07 Mei 2013

Sistem operasi sangat berperan penting dalam penggunaan Komputer anda, tanpa system operasi, computer anda tidak akan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Berikut gejala-gejala kerusakan yang sering terjadi dalam system operasi :
1.       Booting terhenti setelah berhasil melakukan POST.
Hal ini dapat terjadi karena :
a. Instalasi fisik hardisk, setting device, prioritas boot pada CMOS bermasalah.
b. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
2.       Kinerja booting sampai ke windows berlangsung dengan lambat.
Hal ini dapat terjadi karena :
a. Manajemen memori bermasalah.
b. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.

3.       Windows Explorer tidak dapat dijalankan, tidak dapat meng-copy, mengganti nama file dan lain-lain.
Hal ini dapat terjadi karena :
a. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
4.       Start Menu tidak dapat dijalankan.
Hal ini dapat terjadi karena :
a. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
5.       Prosedur Shutdown tidak dapat dijalakan.
Hal ini dapat terjadi karena :
a. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
6.       Prosedur Shutdown berhenti sebelum Komputer benar-benar mati.
Hal ini dapat terjadi karena :
a. Terdapat masalah dengan CMOS battery.
b. Kerusakan pada system operasi, mungkin file system file operasi rusak, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
Secara umum, penyebab kerusakan sistem operasi Windows adalah hampir sebagian besar diakibatkan oleh beberapa hal-hal sebagai berikut:


·         Komputer mati secara tiba-tiba karena listrik padam.
·         Komputer terlalu sering dimatikan tanpa melalui proses Shut Down.
·         Proses instalasi gagal (tidak sempurna).
·         File-file sistem Windows terinfeksi virus.
·         Program antivirus mencoba memperbaiki file-file sistem Windows yang terinfeksi virus.
·         Setting registry Windows berubah (kacau).
·         File-file sistem Windows hilang (terhapus).
Beberapa petunjuk yang menyiratkan bahwa sistem operasi Windows telah mengalami suatu gangguan yang sangat serius dan fatal akibat adanya file sistem yang rusak dapat dilihat dari pesan kesalahan (error messages). 
Penyebab umum lainya terjadi kemungkinan masalah pada pc
 yang terjadi bisa disebabkan oleh masalah-masalah di bawah ini.
1. Kerusakan pada registry system anda.
Registry ini berfungsi menampilkan informasi serta konfigurasi antara hardware dan software pada komputer anda. Terlalu banyak sering gonta ganti software, install dan uninstall software atau driver sering meninggalkan jejak pada registry. Jika registry system ada yang rusak atau hilang, biasanya pc anda akan sering hang atau sering terjadi crash pada sistem.
Solusi : Gunakan software untuk maintanance atau memperbaiki dan membersihkan registry pada system anda, seperti registry cleaner, registry defrag. Jadi anda tidak perlu membersihkan atau membereskannya secara manual. Jika permasalahan pada komputer anda masih berlanjut, maka kita telusuri penyebab kerusakan selanjutnya.
Tips:  Bagi orang awam pada masalah sistem komputer, sebaiknya tidak mengotak-atik registri pada sistem windows anda secara manual. Merubah sendiri value atau isi registry harus dilakukan oleh orang yang mengerti tentang system registry pada komputer.
2. File berantakan dan tidak teratur rapi.
Begitu banyak file yang anda miliki namun tidak tersimpan rapi dalam harddisk anda, akan bisa menjadi penyebab komputer anda sering crash atau hang. Kita sering memasukkan dan mengeluarkan data, namun tidak rajin membersihkannya atau menata susunannya. Sistem penempatan data yang tersimpan pada windows selalu pada memori yang sedang kosong.
Solusi: Gunakan utility dari windows yang dinamakan disk defragment. Atau anda juga bisa menggunakan software lainnya yang bertujuan sama, merapihkan penempatan data pada memory harddisk anda. Jika permasalah masih berlanjut, terlusuri lagi penyebab permasalahan selanjutnya.
Tips : Jangan terlalu sering melakukan defrag, cukup lakukan defrag pada saat komputer anda sudah mulai lambat atau pada saat diperlukan saja.
3. Terkena virus/malware.
Pastikan komputer anda punya sistem keamanan dari bahaya virus dan malware. Selalu gunakan antivirus dan anti malware, spyware, pada komputer anda. Virus sering bekerja untuk merusak sistem dan data pada komputer, ini merupakan ancaman serius. Tak heran jika terjadi kerusakan karena adanya virus, maka kinerja komputer akan tidak karuan, registry, sistem dan data-data anda bisa rusak.
Solusi: Scan komputer anda dengan menggunakan anti virus dan antimalware yang anda install pada komputer. Sembuhkan penyakitnya dengan antivirus tersebut.
Tips: Jangan pernah meninggalkan kegiatan update database anti virus anda. Perkembangan jenis-jenis virus terus berkembang dari hari ke hari, maka pastikan anda memiliki software anti virus yang punya database virus paling baru. Jadi, update selalu antivirus pada komputer anda.
4. Kapasitas harddisk sudah terlalu penuh.
Coba cek berapa jumlah sistem dan data yang tersimpan pada harddisk anda. Jika kapasitas harddisk sudah mendekati penuh, atau sudah terlalu banyak data, makan tidak menutup kemungkinan sistem komputer anda bekerja lebih berat dan akan menyebabkan kelambatan pada kinerja komputer anda.
Solusi: Cek data-data anda, yang tidak penting sebaiknya di hapus saja, agar beban harddisk tidak terlalu berat. Bersihkan harddisk anda dari sampah-sampahnya juga. Anda bisa gunakan software seperti CC Cleaner atau yang lainnya untuk membersihkan sistem anda dari sampah-sampah data, dan sampah-sampah bekas anda bekerja, dan bekas anda melakukan browsing atau online.
Tips: Biasakan menempatkan data-data anda di drive terpisah dari drive sistem anda. Sisakan free space pada sistem anda setidak-tidaknya 25% dari kapasitas drive sistem anda. Jadi jangan sampai terlalu penuh. Harddisk butuh ruang untuk bernafas dan bekerja. Jangan terlalu penuh.
5. Suhu komputer terlalu panas (Overheat)
Coba lihat kebersihan CPU anda. Jika terdapat debu yang terlalu tebal pada kipas atau prosesor anda, itu dapat menyebabkan suhu pada komputer anda meningkat. Debu-debu itu bisa menghalangi sirkulasi udara di dalam komputer anda. Hal ini akan membuat komputer dan prosesor anda cepat panas, dan akhirnya membuat kerja komputer anda menjadi lambat dan sering hang karena suhunya sudah terlalu panas. Hal ini pun dapat menyebabkan hardware anda rusak.
Solusi: Bersihkan CPU anda dengan alat-alat pembersih yang aman dan lembut, terutama kipas prosesor. Cek kecepatan kipas-kipas yang ada. Jika kipas-kipas anda sudah bekerja lambat, ada baiknya segera ganti kipas-kipas anda dengan yang baru.
Tips: gunakan alat pembersih seperti penyemprot angin yang kecil, kuas yang berbulu lembut. Jangan gunakan cairan apapun untuk menghindari konslet pada mainboard anda. Rapihkan juga susunan kabel-kabel yang ada di dalam cpu anda.